Senin, 22 Mei 2017

BANGKIT MENGEJAR MIMPI BERSAMA BIDIKMISI


Oleh : Hariyadi, Mahasiswa Universitas Terbuka Banjarmasin
 

Universitas Pembangunan Pancabudi Medan (UNPAB) menjadi tuan rumah dalam kegiatan Gebyar Mahasiswa Baidikmisi Indonesia (GEMBIRA 2017) pada tanggal 18-22 April 2017 lalu. Sebuah kegiatan bidikmisi Nasional yang ke 2.

Gembira 2017 diikuti oleh 103 mahasiswa bidikmisi seluruh Indonesia, dimana tahun ini diikuti oleh 33 kampus terbaik di Indonesia yang telah terpilih dalam tahap seleksi kegiatan. Kampus tersebut diantaranya Universitas Gajah Mada, Universitas Pertanian Bogor, Universitas Negeri Jogjakarta, Universitas Padjajaran, Universitas Riau, Universitas Jember, Universitas Negeri Medan, Universitas Sumatra Utara, Universitas Hasanuddin, Universitas Tadulako, IAIN Purwokerto, IAIN Salatiga, serta tak ketinggalan Universitas Terbuka Banjarmasin.

Even akbar ini di dahului oleh sambutan Ketua Panitia Pelaksana, “Kepada seluruh Peserta, selamat datang di kota Medan dan selamat bertanding”. Ujur Yudha Moningka dalam sambutan. Kegiatan itu dibuka langsung oleh Rektor III Unpab, bapak Samrin,S.E,M.M, pada rabu (18/4) malam dengan jamuan kedatangan serta perkenalan seluruh peserta. “Kegiatan ini bertujuan untuk menjalin silaturrahmi seluruh mahasiswa bidikmisi nasional sekeligus untuk menambah wawasan”,pesan Samrin.

Sebagai perwakilan Mahasiswa Universitas Terbuka Banjarmasin, hariyadi tentunya dimalam rabu hanya sedikit menyampaikan pesan kepada teman-teman bidikmisi seluruh Indonesia. “ mewakili mahasiswa Universitas Terbuka seluruh Indonesia khususnya Universitas Terbuka Banjarmasin, Kalimantan Selatan saya menyampaikan terimakasih kepada panitai penyelenggara telah memberikan kesempatan kepada saya untuk ikut berpartisinya menyukseskan kegiatan GEMBIRA 2017. Perlu saya sampaikan bahwa Universitas Terbuka sendiri mempunyai ribuan penerima bidikmisi di seluruh Indonesia.” Ungkapnya.

Keesokan hari, Rabu (19/4) mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia 2009-2014, Bapak Prof. Mohammad Nuh,DEA hadir dalam kegiatan tersebut untuk bersilaturrahmi sekeligus memberikan motivasi kepada mahasiswa Bidikmisi.

Dalam sambutannya, bapak M. Nuh berharap agar tamu kangen ini bisa menjadi ajeng untuk bertukar budaya dan bertukar ilmu demi kebaikan Indonesia. “Setiap generasi memiliki tugas kesejarahan sesuai zamannya. Ukirlah setiap lembar sejarah dengan prestasi,”kata bapak M. Nuh yang juga merupakan Bapak Bidikmisi Indonesia.

Sedangkan pada 20 April 2017 diadakan Seminar Nasional yang dihadiri oleh Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Ristek Dikti bapak Widyo Winarso, Rektor Unpab bapak Dr. HM. Isa Indrawan,S.E,MM., serta Guru Besar FBS UNIMED bapak Prof. Dr. Khairil Ansari,M.Pd. 

“ Pada hari ini kita menunjukan perhatian kepada calon-calon pemimpin bangsa ini, kita lihat sangat erat hubungan emosional anak-anak bidikmisi seluruh Indonesia. Semoga ini tidak hanya berhenti pada even ini dan dapat berlanjut pada yang lebih konkrit dan nyata pada kehidupan masyarakat,”harapan Rektor Unpab.

Kegiatan berlanjut, diskusi seluruh mahasisiswa bidikmisi bersama Birrul Qadriyyah. Mahasiswa Berprestasi Utama UGM dan Terinspiratif Nasional 2013. Ka Birrul sendiri banyak memberikan materi tentang bagaimana menjadi mahasiswa berprestasi dan langkah-langkah mendapat beasiswa LPDP kementerian keuangan Republik Indonesia.

Masih dihari yang sama, kegiatan yang sangat ditunggu ialah lomba debat, lomba essay, dan lomba menulis kisah inspiratif, mahasiswa bidikmisi berprestasi dan terinsipratif tingkat nasional.

Hariyadi sebagai perwakilan UT Banjarmasin sendiri mengikuti Final 25 besar lomba menulis kisah inspiratif. Adapun kisah hariyadi berjudul Meretas Cakrawala Keterbatasan untuk Meraih Asa. Kisah tersebut merupakan kisah nyata perjalanan seluruh finalis menulis kisah inspiratif hingga dinyatakan sebagai penerima bidikmisi bahkan sampai saat ini.

“ Saya menulis kisah perjalanan hidup sejak lahir, bahkan upaya untuk melanjutkan sekolah sampai saya bisa kuliah, ditengah keterbatasan ekonomi keluarga”. Ungkapnya.

Lebih lanjut dia menyatakan, bahwa Air mata dan keringat yang selalu menemani kita di sepanjang jejak langkah menempuh cita cita. Semua merupakan bukti tidak pernah ada perjuangan yang mudah, maka jangan pernah berhenti berusaha dan berdoa di setiap malam.

Dukungan dan do’a kedua orang tua, keluarga, lingkungan, guru, sahabat, teman dan lain sabagainya juga menjadi semangat untuk terus berusaha dan berjuang untuk masa depan yang lebih baik.

Sementara pada Jum’at (20/1) seluruh finalis lomba debat, essay, dan menulis kisah inspiratif mendapat kesempatan untuk filed trip di Medan tujuan utamanya yakni Danau Toba.



Tiada kata yang bisa diucapkan selain, syukur dan Terimakasih kepada Allah SWT, Tuhan semesta alam yang telah memberikan karunia dan nikmat yang tak terkira, sehingga pada “Kami 103 mahasiwa dari 33 Universitas di seluruh Indonesia dapat menikmati indahnya karuniaMU dibawah hamparan Danau Toba, Sumantra Utara.” Ungkapnya dengan air mata.


Terakhir, sebuah kehormatan bagi saya sebagai finalis penulis kisah menulis kisah inspiratif, kisah kami dibukukan oleh Panitia. “Alhamdulillah dibukukan, judul bukunya : “Bangkit Mengejar Mimpi”. Sebagai informasi, kegiatan GEMBIRA tahun 2018 sendiri akan dilaksanakan di Universitas Bangka Belitung.

Terimakasih Bidikmisi
Terimakasih Indonesia
Terimakasih Universitas Terbuka.


Profil Penulis :
  Hariyadi sendiri adalah anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Husrin (48)  tahun dan Masrifah (44) tahun. Dia merupakan mahasiswa angkatan 2014 pada prodi jurusan Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) di UT Banjarmasin. Selama kuliah di Universitas Terbuka, ia mempunyai banyak prestasi, diantaranya ; Delegasi Universitas Terbuka untuk Kalimantan Selatan dan Tengah pada lomba proyek kependudukan dalam Indonesia Leadership Camp di Universitas Indonesia tahun 2014, delagasi Indonesia untuk lomba proyek kepemudaan dalam rangkaian Nusantra Leadership Camp di Kementerian Komunikasi dan Multimedia Malaysia tingkat Asia
Tenggara tahun 2014. Juara 2 lomba karya tulis badan Pusat Stasistik di Kabupaten Hulu Sungai Utara tahun 2014, Penulis Antropologi Aruh Sastra Kalimantan Selatan 2014, peringkat 35 dari 170 finalis pemuda Bakti Banua tingkat provinsi Kalimantan Selatan 2015. Peraih juara III lomba karya tulis mahasiswa (LKTM) FISIP Universitas Terbuka 2015, bahkan menjadi Delegasi Kalimantan Tengah untuk Indonesian Culture dan Nasionalism (ICN) di Universitas Prasetiya Mulya 2016, serta peserta lomba diskusi ilmiah pada DISPORSENI Universitas Terbuka di Solo 2016.
Di UT Banjarmasin sendiri, ia merupakan ketua kelas bidikmisi jurusan Ilmu Administrasi Bisnis periode 2016.2 dan 2017.1. serta saaat ia menjabat sebagai Staff Humas, Media dan Publikasi pada Unit Kelompok Belajar (Pokjar) Mahasiswa Banua di bawah binaan bidang kemahasiswaan pada UT Banjarmasin.

1 komentar:

  1. Bismillah... Kak bagaimana caranya kami bisa mengorder buku 25 kisah inpiratif mahasiswa bidikmisi tersebut ?

    BalasHapus