Oleh : Hariyadi, Mahasiswa Universitas Terbuka Banjarmasin
Universitas
Pembangunan Pancabudi Medan (UNPAB) menjadi tuan rumah dalam kegiatan Gebyar
Mahasiswa Baidikmisi Indonesia (GEMBIRA 2017) pada tanggal 18-22 April 2017
lalu. Sebuah kegiatan bidikmisi Nasional yang ke 2.
Gembira
2017 diikuti oleh 103 mahasiswa bidikmisi seluruh Indonesia, dimana tahun ini
diikuti oleh 33 kampus terbaik di Indonesia yang telah terpilih dalam tahap
seleksi kegiatan. Kampus tersebut diantaranya Universitas Gajah Mada,
Universitas Pertanian Bogor, Universitas Negeri Jogjakarta, Universitas Padjajaran, Universitas
Riau, Universitas Jember,
Universitas Negeri Medan, Universitas Sumatra Utara, Universitas Hasanuddin,
Universitas Tadulako, IAIN Purwokerto, IAIN Salatiga, serta tak ketinggalan Universitas Terbuka
Banjarmasin.
Even akbar
ini di dahului oleh sambutan Ketua Panitia Pelaksana, “Kepada seluruh Peserta,
selamat datang di kota Medan dan selamat bertanding”. Ujur Yudha Moningka dalam
sambutan. Kegiatan itu dibuka langsung oleh Rektor III Unpab, bapak
Samrin,S.E,M.M, pada rabu (18/4) malam dengan jamuan kedatangan serta
perkenalan seluruh peserta. “Kegiatan ini bertujuan untuk menjalin silaturrahmi
seluruh mahasiswa bidikmisi nasional sekeligus untuk menambah wawasan”,pesan
Samrin.
Sebagai
perwakilan Mahasiswa Universitas Terbuka Banjarmasin, hariyadi tentunya dimalam
rabu hanya sedikit menyampaikan pesan kepada teman-teman bidikmisi seluruh
Indonesia. “ mewakili mahasiswa Universitas Terbuka seluruh Indonesia khususnya
Universitas Terbuka Banjarmasin, Kalimantan Selatan saya menyampaikan terimakasih
kepada panitai penyelenggara telah memberikan kesempatan kepada saya untuk ikut
berpartisinya menyukseskan kegiatan GEMBIRA 2017. Perlu saya sampaikan bahwa
Universitas Terbuka sendiri mempunyai ribuan penerima bidikmisi di seluruh
Indonesia.” Ungkapnya.
Keesokan
hari, Rabu (19/4) mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia
2009-2014, Bapak Prof. Mohammad Nuh,DEA hadir dalam kegiatan tersebut untuk
bersilaturrahmi sekeligus memberikan motivasi kepada mahasiswa Bidikmisi.
Dalam
sambutannya, bapak M. Nuh berharap agar tamu kangen ini bisa menjadi ajeng
untuk bertukar budaya dan bertukar ilmu demi kebaikan Indonesia. “Setiap
generasi memiliki tugas kesejarahan sesuai zamannya. Ukirlah setiap lembar
sejarah dengan prestasi,”kata bapak M. Nuh yang juga merupakan Bapak Bidikmisi
Indonesia.
Sedangkan pada
20 April 2017 diadakan Seminar Nasional yang dihadiri oleh Dirjen Pembelajaran
dan Kemahasiswaan Kementerian Ristek Dikti bapak Widyo Winarso, Rektor Unpab
bapak Dr. HM. Isa Indrawan,S.E,MM., serta Guru Besar FBS UNIMED bapak Prof. Dr.
Khairil Ansari,M.Pd.
“ Pada hari
ini kita menunjukan perhatian kepada calon-calon pemimpin bangsa ini, kita
lihat sangat erat hubungan emosional anak-anak bidikmisi seluruh Indonesia.
Semoga ini tidak hanya berhenti pada even ini dan dapat berlanjut pada yang
lebih konkrit dan nyata pada kehidupan masyarakat,”harapan Rektor Unpab.
Kegiatan berlanjut,
diskusi seluruh mahasisiswa bidikmisi bersama Birrul Qadriyyah. Mahasiswa
Berprestasi Utama UGM dan Terinspiratif Nasional 2013. Ka Birrul sendiri banyak
memberikan materi tentang bagaimana menjadi mahasiswa berprestasi dan
langkah-langkah mendapat beasiswa LPDP kementerian keuangan Republik Indonesia.
Masih dihari
yang sama, kegiatan yang sangat ditunggu ialah lomba debat, lomba essay, dan
lomba menulis kisah inspiratif, mahasiswa bidikmisi berprestasi dan terinsipratif
tingkat nasional.
Hariyadi
sebagai perwakilan UT Banjarmasin sendiri mengikuti Final 25 besar lomba
menulis kisah inspiratif. Adapun kisah hariyadi berjudul Meretas Cakrawala
Keterbatasan untuk Meraih Asa. Kisah tersebut merupakan kisah nyata perjalanan
seluruh finalis menulis kisah inspiratif hingga dinyatakan sebagai penerima
bidikmisi bahkan sampai saat ini.
“ Saya
menulis kisah perjalanan hidup sejak lahir, bahkan upaya untuk melanjutkan
sekolah sampai saya bisa kuliah, ditengah keterbatasan ekonomi keluarga”. Ungkapnya.
Lebih lanjut
dia menyatakan, bahwa Air mata dan keringat yang selalu menemani kita di
sepanjang jejak langkah menempuh cita cita. Semua merupakan bukti tidak pernah
ada perjuangan yang mudah, maka jangan pernah berhenti berusaha dan berdoa di
setiap malam.
Dukungan dan
do’a kedua orang tua, keluarga, lingkungan, guru, sahabat, teman dan lain
sabagainya juga menjadi semangat untuk terus berusaha dan berjuang untuk masa
depan yang lebih baik.
Sementara
pada Jum’at (20/1) seluruh finalis lomba debat, essay, dan menulis kisah
inspiratif mendapat kesempatan untuk filed
trip di Medan tujuan utamanya yakni Danau Toba.
Tiada kata
yang bisa diucapkan selain, syukur dan Terimakasih kepada Allah SWT, Tuhan
semesta alam yang telah memberikan karunia dan nikmat yang tak terkira,
sehingga pada “Kami 103 mahasiwa dari 33 Universitas di seluruh Indonesia dapat
menikmati indahnya karuniaMU dibawah hamparan Danau Toba, Sumantra Utara.”
Ungkapnya dengan air mata.
Terakhir,
sebuah kehormatan bagi saya sebagai finalis penulis kisah menulis kisah
inspiratif, kisah kami dibukukan oleh Panitia. “Alhamdulillah dibukukan, judul
bukunya : “Bangkit Mengejar Mimpi”. Sebagai informasi, kegiatan GEMBIRA tahun
2018 sendiri akan dilaksanakan di Universitas Bangka Belitung.
Terimakasih Bidikmisi
Terimakasih Indonesia
Terimakasih Universitas Terbuka.
Profil
Penulis :
Hariyadi sendiri adalah anak pertama
dari tiga bersaudara pasangan Husrin (48)
tahun dan Masrifah (44) tahun. Dia merupakan mahasiswa angkatan 2014 pada
prodi jurusan Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
(FISIP) di UT Banjarmasin. Selama kuliah di Universitas Terbuka, ia mempunyai
banyak prestasi, diantaranya ; Delegasi Universitas Terbuka untuk Kalimantan
Selatan dan Tengah pada lomba proyek kependudukan dalam Indonesia Leadership
Camp di Universitas Indonesia tahun 2014, delagasi Indonesia untuk lomba proyek
kepemudaan dalam rangkaian Nusantra Leadership Camp di Kementerian Komunikasi
dan Multimedia Malaysia tingkat Asia
Tenggara
tahun 2014. Juara 2 lomba karya tulis badan Pusat Stasistik di Kabupaten Hulu
Sungai Utara tahun 2014, Penulis Antropologi Aruh Sastra Kalimantan Selatan
2014, peringkat 35 dari 170 finalis pemuda Bakti Banua tingkat provinsi
Kalimantan Selatan 2015. Peraih juara III lomba karya tulis mahasiswa (LKTM)
FISIP Universitas Terbuka 2015, bahkan menjadi Delegasi Kalimantan Tengah untuk
Indonesian Culture dan Nasionalism (ICN) di Universitas Prasetiya Mulya 2016,
serta peserta lomba diskusi ilmiah pada DISPORSENI Universitas Terbuka di Solo
2016.
Di UT
Banjarmasin sendiri, ia merupakan ketua kelas bidikmisi jurusan Ilmu Administrasi
Bisnis periode 2016.2 dan 2017.1. serta saaat ia menjabat sebagai Staff Humas,
Media dan Publikasi pada Unit Kelompok Belajar (Pokjar) Mahasiswa Banua di
bawah binaan bidang kemahasiswaan pada UT Banjarmasin.





Bismillah... Kak bagaimana caranya kami bisa mengorder buku 25 kisah inpiratif mahasiswa bidikmisi tersebut ?
BalasHapus