Goresan
Pena Mahasiswa Muda
Ditulis oleh : Hariyadi
NIM : 022106472
Mahasiswa FISIP Jurusan Ilmu Administrasi Bisnis
Universitas Terbuka, UPBJJ UT
Banjarmasin
Banjarmasin, Kabar Kampus@ Jika selama
ini Banjarmasin hanya dikenal dengan kota seribu Sungai, dimana potensi Sumber
Daya Alamnya banyak terdapat Fauna dan Plora seperti Bekantan, kerbau Rawa, dan
lainnya. kali ini ada yang berbeda dari biasanya. Ya, itulah yang dilakukan
oleh dua Mahasiswa Muda Universitas Terbuka, UPBJJ UT Banjarmasin. Hariyadi
(Kanan) dan Nurul Syahriana (kiri).
Kali ini mereka membawa kabar menakjubkan
dunia kepenulisan khususnya cerpen-puisi. Tepat di hari ulang Tahun ke 18 Forum
Lingkar Pena (FLP) Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Panitia
FLP Banjarbaru mengadakan lomba menulis cerpen-puisi, pada akhirnya kedua
mahasiswa tersebut terpilih sebagai penulis “ buku Antologi cerpen-Puisi hari
jadi hari FLP Ke 18” dari ratusan peserta lomba menulis cerpen-puisi tersebut
yang terseleksi.
“Saya
tidak menyangka bahwa cerpen saya itu terpilih”. Kata Nurul Syahriana,
Mahasiswa di Prodi. Akuntansi Fakultas Ekonomi Angkatan 2014 itu.
Saat
ditanya, dari mana asal mula bisa menulis cerpen, dia menjawab hanya belajar
dari buku pejaran saat duduk di bangku Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
“Saya
sangat senang pelajaran bahasa Indonesia, apalagi ketika di minta oleh guru
membuat cerpen saya langsung bergegas. Ucap gadis kelahiran Amuntai, 06 Juni
1996 itu.
Ya,
itulah Nurul Syahriana Alumni SMKN 1 Amuntai 2014, meski ia tidak pernah
belajar secara khusus tentang bagaimana menulis cerpen tetapi karyanya patuh di
kasih jempol. Karena tidak banyak penulis berbakat seperti dia, bayangkan ini
merupakan cerpen pertamanya dan langsung masuk 10 besar Kontributor terbaik.
Lain
lauk, lain pula ikannya.
Itu
peribahasa yang tepat digambarkan akan sosok Mahasiswa Muda Prod. Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas
Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Angkatan 2014. yang berperawakan sedang dan tegap,
Kelahiran Pamitai, Kabupaten Kapuas,
Kalimantan Tengah pada 11 Juni 1995
Dia merupakan 1 dari 5
Kontributor penulis Antologi cerpen-puisi kategori puisi.
Terima kasih saya sudah
diberi kesempatan untuk berkarya di dunia kepenulisan” ungkap dengan penuh
syukur ketika ditanya saat keberhasilanya terpilih di ajang bergengsi tersebut.
Disamping itu dia juga
mempunyai segudang pengalaman pahit,
“Puisi saya kebanyakan
ditolak oleh tim penulis, bahkan ketika awal saya menulis puisi, semua teman-teman
saya mengejek-ngejek puisi saya”. Jelasnya lebih lanjut.
Perjuangnnya tidaklah mudah,
saat dia bercita-cita ingin menjadi penulis puisi, berbagai kendala
dihadapinya, disisi lain dia adalah sosok anak muda yang tak mau menyerah
begitu saja, ia terus belajar, belajar dan belajar.
Berkat tekat, kegigihan dan perjuanganya itu pada akhir desember 2013 puisinya mulai terbit di Koran mata Banua, saat ini ada beberapa karyanya yang sudah dimuat diantaranya :
Berkat tekat, kegigihan dan perjuanganya itu pada akhir desember 2013 puisinya mulai terbit di Koran mata Banua, saat ini ada beberapa karyanya yang sudah dimuat diantaranya :
Antropologi
Puisi di ASKS XI 2014, Sahabat Berpantun (FAM)
2014, Antologi Cerpen
& Puisi “ Romantika Cinta” Bengkulu
2014, Antologi Cerpen
dan Puisi “Cerminan Negeriku” Goresan Pena Publishing 2014, Antologi
Puisi "Air Mata Kerinduan" Naifa_Publishing
2015. Serta yang akan terbit adalah karyanya bersama Nurul Syahriana di Antologi
Cerpen-Puisi “ Surau Tanpa Imam, FLP
Banjarbaru pada Juli 2015.
“Tulisan ini
dibuat untuk mengikuti lomba blog dari Universitas Terbuka dalam rangka
memperingati HUT Universitas Terbuka ke-31. Tulisan adalah karya saya sendiri
dan bukan jiplakan.”


Tidak ada komentar:
Posting Komentar