Senin, 11 September 2017

Membangun Desa Ujung Pandaran bersama ENJ Kalteng



Persembahan :
EKSPEDISI NUSANTARA JAYA 2017



Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan negara kepulauan yang hampir sebagian besar penduduknya tinggal di pulau-pulau terdepan dan terpencil. Di mana pada umumnya masih rentan dengan kemiskinan, dan terbatas dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, pawirisata, informasi, serta ketertinggalan pembangunan dari wilayah sekitarnya. Terkait dengan upaya untuk memperkuat Indonesia sebagai negara maritim, Presiden Republik Indonesia Bapak Ir. Joko Widodo selaku kepala Negera telah mencetuskan program Nawacita sebagaimana tercantum dalam poin 1 dan 3 yakni sebagai berikut.

Nawacita 1 : menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberi rasa aman pada seluruh warga negara melalui politik luar negeri bebas aktif, keamanan nasional yang terpercaya, dan pembangunan ketahanan negara Tri Matra Terpadu yang dilandasi kepentingan nasional dan memperkuat jati disi bangsa sebagai bangsa maritim.
Nawacita 3 : membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.

Dalam rangka mengaplikasikan hal tersebut, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (kemenko maririm) melaksanakan kegiatan Ekspedisi Nusantara Jaya (ENJ) sejak tahun 2015. Kemenko Maritim bersama Kementrian/Lembaga dan Institusi lainnya bersama-sama menyelenggarakan ENJ sebagai upaya untuk membantu percepatan pembangunan di Indonesia terutama pulau-pulau terluar, terpencil dan tertinggal.

Aku mendapat informasi tentang kegiatan ENJ di tahun 2016. Pada pertengahan tahun 2016 tersebut, aku memberanikan diri untuk mendaftar kegiatan tersebut, meskipun hanya lulus sebagai cadangan rute Kalimantan Selatan (kalsel) ternyata aku tidak dapat berangkat.

Meskipun gagal di tahun 2016, Semua itu tak menyurutkan niatku untuk kembali mendaftar. Pada tahun 2017, setelah pengumuman resmi dibuka, aku tiba-tiba kembali bersemangat untuk mendaftar. Ku putuskan pilihan untuk mencoba kembali, aku mendaftar pada tanggal 4 Juni di rute kalsel. Ada beberapa syarat yang harus diperhatikan untuk bisa lulus seleksi di antaranya ; 1 harus mengisi biodata, 2, melengkapi berkas seperti scan sertifikat/ piagam, scan surat pernyataan bersedia mengikuti enj, surat keterangan sehat dari dokter, dan surat pernyataan ijin dari orang tua, dan  3, membuat esai tentang kemaritiman”.

Namun sepertinya Tuhan waktu itu mengujiku, di mana sampai penutupan pendaftaran aku masih belum bisa melengkapi data yang dibutuhkan karena saat itu aku sedang sakit. 11 Juni adalah hari yang cukup menyedihkan bagiku – ulang tahunku yang ke 22 harus ku habiskan dengan berbaring lemah di tempat istirahat saja.

Aku pun sempat menetaskan air mata, Apakah ini sudah kisahku? Ingin rasanya aku melengkapi berkas pendaftaran ENJ, namun apa dayaku? berdiri saja aku tidak bisa. Beberapa minggu kemudian, pengumuman pun tiba, benar saja ternyata aku tidak lulus.

Saat itulah aku sempat berpikir, bahwa aku telah gagal. Namun teman-temanku memberikan kabar bahwa ENJ memang sudah ditutup, tetapi untuk wilayah kaltim dan kalteng serta beberapa provinsi lain di Indonesia akan kembali di buka pada golombang 2.


Gagal boleh, menyerah jangan. Kuputuskan untuk mencoba mendaftar di gelombang kedua. Setelah kurang lebih 4 hari aku mengurus semua berkas pendaftaran aku pun dapat menyelesaikan persyaratan yang diminta dengan baik. Satu minggu setelah ditutup mendaftaran itu, aku pun menerima pengumuman tentang hasil seleksi, “ Selamat Anda terpilih sebagai peserta Ekspedisi Nusantara Jaya 2017 di rute Kalimantan Tengah (Kalteng)”. Juli 2017

Alhamdulillah, dan syukur yang tak bisa ku ucapkan atas nikmat Tuhan yang luar biasa. Tak pernah kuduga sebelumnya, karena ada 13.567 peserta yang mendaftar di mana setelah diseleksi pusat hanya 200o peserta di seluruh Indonesia yang diterima, aku termasuk orang yang beruntung menjadi 25 peserta terpilih untuk wilayah kalteng.

____________Agustus 2017
Sesak menjadi semangat bagiku seorang anak petani nan sederhana, saat semua orang dengan mudahnya memiliki teknologi luar biasa (android), aku pun harus berlapang dada, nokia 225 itulah yang ku punya. Atas bantuan Arbani peserta ENJ Kalteng, aku bisa mendapat informasi tentang perkembangan keberangkatan ENJ kalteng. Dia sering memberikan aku kabari tentang kegiatan perkembangan persiapan keberangkatan. Tepat pada tanggal 30 Agustus aku dan Arbani berangkat dari Banjarmasin ke Palangka Raya dengan menggunakan sepeda motor pribadiku, kami memempuh perjalanan 5 jam.

Sebagai peserta ENJ kelompok Pemuda, kami datang dari berbagai latar belakang yang cukup beragam dari berbagai wilayah tanah air. ENJ Kalteng sendiri di ikuti oleh pemuda dari Jakarta, Jawa Barat, Surabaya, Jogyakarta, Palembang, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah dan tempat utama berkumpul di Universitas Palangka Raya.


ENJ Kalteng 2017 sendiri dikoordinatori oleh saudara Albertus Telaumbanua, berdasarkan hasil musyarawarah tim, kami mengambil tempat pengabdian di Desa Ujung Pandaran Kecamatan Sampit, Kabupaten Kotawaringi Timur, Kalimantan Tengah. Di sanalah kami mengabdi selama beberapa hari, adapun jarak dari Palangka Raya sampai ke sana adalah sekitar 7 jam (300 Km).



Setelah melakukan silaturahmi dengan kepala desa, staff, dan masyarakat desa ujung pandaran.

Pembukaan  :

 
Sambutan Sdra. Albertus Telaumbanua Selaku Ketua Koordinator ENJ Kalteng

Hadir dalam pembukaan ENJ kalteng 2017 
Staff Desa Ujung Pandaran, perwakilan dari camat kecamatan sampit, 
serta tokoh masyarakat desa ujung pandaran.





Selama kegiatan tim ENJ Kalteng banyak melakukan edukasi di antaranya : 
                                                               Pemeriksaan kesehatan
  
Pendidikan PHBS



Kunjungan ke tempat wisata sebagai upaya promosi daerah pantai ujung pandaran,



Peduli Lingkungan, bersih-bersih pantai.

kelas Inspirasi


Out Bound bagi anak SD-SMP






Coastal Cleaning bersama anak-anak pantai




Forum Group Siccusion (FGD) Kepemudaan dengan tema, “Menggali Potensi Kearifan Lokal Desa Ujung Pandaran Melalui Pemanfaatan Teknologi Ekonomi Digital”, bersama pemuda dan warga desa ujung pandaran.




dan ditutup dengan pemasangan 14 plang papan jalan untuk Desa Ujung Pandaran bersama Plt. Kepala Desa, dan staff desa beserta masyarakat desa Ujung Pandaran.





Ayo… Jangan Lupa jalan-jalan ke Desa Ujung Pandaran, Kotawaringin Timur.
Di sana banyak wisata yang dapat dinikmati dengan harga yang murah.



Ini liriknya Mars ENJ:

Ekspedisi Nusantara Jaya
Kembangkan layar membangun bangsa
Ragam persada bahu membahu
Dari Andaman hingga Arafuru

Kekuatan bahari titipan negeri
Wujudkan jayanya Ibu Pertiwi
Menjadi poros maritim dunia
Diiringi restu Sang Pencipta


ENJ menempa pribadi
ENJ melayani sesama
ENJ melestarikan alam
Derapkan langkah maju bersama

Kekuatan 55
Sukseskan Indonesia sejahtera
Di Ekspedisi Nusantara Jaya 2x






Penulis :
Hariyadi
Peserta ENJ Kalteng 2017

Lokasi :
Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Sampit, Kotawaringin Timur
Kalimantan Tengah, Indonesia.
Tanggal 31 Agustus s/d 10 September 2017.

Inilah cara kami mencintai Indonesia.
Tak lupa ucapan terimakasih kami sampaikan kepada :
- Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman 
  Republik Indonesia
- Kepala Desa, Staff desa, serta seluruh Masyarakat 
  Desa Ujung Pandaran
- Peserta Ekspedisi Nusantara Jaya 2017 Regional 
  Kalimantan Tengah 2017

1 komentar: