Ketika Indonesia menjadi Negara berpenduduk terbesar keempat di dunia
setelah China, India, dan Amerika Serikat, maka tersentaklah kita
semua. Penduduk besar tidak akan menjadi persoalan besar sekiranya beriringan
dengan kualitas yang baik pula. Namun seperti kita ketahui, bahwa komposisi penduduk kita di berbagai bidang masih jauh dari
harapan. Dalam berbagai data statistik masih menunjukkan adanya ketimpangan.
Seperti buta huruf yang belum kelar-kelar juga kita atasi. Kesehatan yang masih
buruk dan menyimpan banyak masalah. Termasuk Ekonomi nasional yang masih tergantung dengan negera asing tak terkecuali kemiskinan.
Lalu bagaimana jika tingkat pertumbuhan penduduk terus dibiarkan ? maka yang terjadi
pasti tentunya masalah
– masalah, baik masalah pengangguran, tingkat kualitas
sumber daya manusia yang menurun, kejahatan, lapangan pekerjaan,dan lain sebagainya. Yang tentunya ini akan menjadi kendala
bagi kelangsungan umat manusia Indonesia khususnya Oleh
karena itu, usaha untuk menekan laju pertumbuhan sangatlah penting menjadi tugas kita bersama. Lalu bagaimana cara kita sebagai remaja untuk
memecahkan semua permasalahan tersebut? Jawabnya : bukan hal yang mudah, dimana
perhatian dan aksi yang jelas serta nyata sangatlah diperlukan dalam mengatasi masalah
kependudukan, salah satunya melalui program Keluarga Berancana (KB). Selain itu permasalahan kependudukan ini yang harus melibatkan semua komponen anak
bangsa ini tak terkecuali pemerintah !!.
Sekarang mari kita lihat UU No.52/2009 yang semula dari Badan Koordinasi Keluarga Berencana
Nasional menjadi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Dengan jelas menyatakan bahwa persoalan kependudukan, bukan hanya urusan orang
BKKBN namun menjadi tanggung
jawab seluruh komponen bangsa.
Untuk itu diperlukan adanya gerakan bersama yang melibatkan semua komponen anak bangsa untuk ikut serta memberikan sumbangsihnya bagi persoalan bangsa yang sebenarnya.
Untuk itu diperlukan adanya gerakan bersama yang melibatkan semua komponen anak bangsa untuk ikut serta memberikan sumbangsihnya bagi persoalan bangsa yang sebenarnya.
Disisi lain, kita ketahui dengan
jelas. Dampak pertumbuhan juga berpengaruh terhadap tingkat kondisi ekomoni
masyarkat, ya kita lihat bahwa Kemiskinan
juga menjadi salah satu masalah yang melanda Indonesia akibat pertumbuhan
penduduk. Walau Indonesia bukan termasuk negara miskin
menurut PBB namun dalam kenyataannya lebih dari 30
juta rakyat Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan. Yang lebih disayangkan
lagi, Indonesia merupkan negara yang kaya akan sumber daya alam yang tersebar
dari Sabang sampai Merauke. Tapi
sungguh memprihatinkan ketika melihat
bagaimana kemiskinan menjadi bagian permasalahan di negeri yang kaya ini.
Secara garis besar penurunan jumlah warga miskin memang terlihat
signifikan. Hal ini juga dibenarkan oleh beberapa pakar yang mengamati
penurunan ini. namun, angka 30 juta masih menjadi permasalahan sendiri
mengingat adanya berbagai tujuan global yang akan di capai tahun 2015.
Selain kemiskinan, masalah lain adalah kesenjangan sosial menjadi
terlihat jelas di Indonesia. Kaum konglomerat menjadi penguasa namun pemerintah
diam saja dengan kemiskinan yang ada. tidak mengherankan apabila negara
Indonesia memiliki jumlah rakyat miskin yang cukup banyak.
Yang manjadi pertanyaan adalah kenapa Indonesia bisa menjadi negara yang
penduduknya miskin padahal kaya sedangkan banyak negara yan miskin sumber daya
namun menjadi negara-negara kaya yang menguasai dunia. Jawabannya kembali ke
sumber daya manusia. Kemakmuran berbanding lurus dengan kualitas SDM. Semakin
tinggi kualitas SDM penduduk, semakin tinggi pula tingkat kemakmurannya. Ini
dibuktikan oleh negara yang miskin sumber daya alam tetapi tingkat kemakmuran
penduduknya tinggi sperti Jepang. Kurangnya perhatian terhadap SDM Indonesia
menjadikan rakyat banyak yang menderita. Seharusnya kenyataan ini menjadikan
dasar pertimbangan kebenaran UUD pasal 33. Dalam hal ini tetap kemakmuran
rakyat merupakan hal utama yang harus di perhatikan demi terciptanya Indonesia
yang merdeka seutuhnya.
Dengan melihat persoalan
diatas tentunya itu menjadi tugas penting semua pihak. Salah satu upaya yang
perlu kita lakukan saat ini ialah melaksanakan program
KB atau Keluarga
Berencana untuk
membatasi jumlah anak dalam suatu keluarga secara umum atau missal sehingga
dapat mengurangi jumlah angka kelahiran. menunda
masa perkawinan. penambahan
dan penciptaan lapangan kerja, meningkatkan
kesadaran dan pendidikan kependudukan. Mengurangi kepadatan penduduk dengan programtransmigrasi. meningkatkan
produksi dan pencarian sumber makanan.
Mari kita lakukan
segenap usaha dan pikiran yang terbaik untuk
terus memperbaiki bangsa ini. Sehingga
apa yang kita lakukan sebagai ladang amal bagi kita. Bisa menjadi salah
satu solusi dini yang tidak kenal henti.!!
Amuntai, 29 Mei 2014
Oleh : Hariyadi,
Kabupaten Hulu Sungai Utara